Bayangkan Anda sedang membangun startup di awal tahun 2000 an. Setiap kali aplikasi tumbuh, Anda harus membeli server baru, menyiapkan database, mengatur jaringan, lalu berharap semuanya tidak crash saat traffic melonjak.

Begitulah yang dirasakan Amazon saat itu raksasa e-commerce yang harus bergulat dengan infrastruktur IT super kompleks.

Alih-alih tenggelam dalam masalah, mereka justru menemukan solusi: bagaimana kalau komputasi, penyimpanan, dan database bisa dipakai layaknya listrik? Tinggal colok, bayar sesuai pemakaian, dan bisa diakses siapa saja lewat internet.

Dari ide sederhana inilah lahir Amazon Web Services (AWS) di tahun 2006 layanan cloud pertama yang kemudian mengubah dunia teknologi selamanya.

Apa itu AWS?

AWS atau Amazon Web Services adalah platform cloud computing milik Amazon.com.

Lewat AWS, siapa pun bisa menggunakan infrastruktur IT tanpa harus membeli server fisik sendiri. Cukup sewa lewat internet, bayar sesuai pemakaian, dan langsung jalan.

Beberapa contoh layanan yang populer:

  • EC2 → server virtual untuk komputasi.
  • S3 → penyimpanan data yang scalable.
  • RDS & DynamoDB → layanan database.
  • VPC & CloudFront → layanan jaringan dan distribusi konten.

AWS saat ini menjadi standar industri yang digunakan jutaan perusahaan, dari startup kecil hingga enterprise kelas dunia seperti Netflix, NASA, Samsung, hingga Tokopedia.

Dari Internal Amazon ke Publik Dunia

Awalnya, AWS hanyalah proyek internal Amazon untuk menyederhanakan infrastruktur mereka sendiri.

Namun, pada tahun 2006, Amazon memutuskan membuka layanan ini ke publik dengan merilis:

  • Amazon S3 (Simple Storage Service) — Maret 2006
  • Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud) — Agustus 2006

Dua layanan sederhana ini menjadi pondasi cloud modern yang kita kenal sekarang.

Kenapa AWS Jadi Pionir?

AWS disebut pionir bukan tanpa alasan. Mereka adalah:

  1. Pemain pertama yang membuka cloud untuk publik.
  2. Memperkenalkan pay-as-you-go bayar hanya sesuai penggunaan.
  3. Membagi layanan menjadi komputasi, penyimpanan, dan database terpisah (saat itu ide yang sangat baru).
  4. Membangun infrastruktur global lewat konsep Region dan Availability Zone.

Pendekatan ini mengubah cara perusahaan membangun aplikasi:

dari beli server sendiri, menjadi cukup “sewa” lewat internet kapan pun dibutuhkan.

Perkembangan AWS: Dari 2006 Hingga Sekarang

Sejak diluncurkan, AWS terus tumbuh pesat dan kini menjadi raksasa cloud dunia.

Memimpin Pasar Cloud Menurut Gatner 2025

AWS telah lama dikenal sebagai pemain utama di pasar cloud, dan pada 2025, Gartner kembali menegaskan posisi ini. Dalam laporan Magic Quadrant for Strategic Cloud Platform Services, AWS dinobatkan sebagai Leader selama 15 tahun berturut-turut sebuah bukti konsistensi inovasi dan performa.

Sources : https://aws.amazon.com/blogs/aws/aws-named-as-a-leader-in-2025-gartner-magic-quadrant-for-strategic-cloud-platform-services-for-15-years-in-a-row/

Lebih dari 300 Layanan Cloud

Pada saat artikel ini di buat AWS memiliki 300 lebihLayanan Cloud mulai dari komputasi, penyimpanan, machine learning, keamanan, IoT, hingga layanan modern untuk developer.

Source : https://aws.amazon.com/products/

AWS Marketplace

Katalog digital dengan 7.000+ produk dari pihak ketiga, mulai dari tool keamanan hingga software ERP.

Source : https://aws.amazon.com/marketplace

AWS Partner Network (APN)

Lebih dari 90% perusahaan Fortune 100 bekerja sama dengan partner AWS.

Partner ini mencakup konsultan, integrator sistem, penyedia software, dan penyedia pelatihan yang tersertifikasi.

Catatan: “Fortune 100” adalah daftar 100 perusahaan terbesar di Amerika Serikat berdasarkan pendapatan, yang diterbitkan setiap tahun oleh majalah bisnis Fortune. Jadi, kalau AWS dipakai mereka, artinya ini benar-benar kelas dunia.

Dampak AWS di Dunia Nyata

AWS bukan sekadar penyedia server di cloud. Ia telah menjadi fondasi bagi transformasi digital di berbagai sektor.

  • Netflix >> streaming jutaan pengguna global.
  • NASA >> menyimpan data misi luar angkasa.
  • Samsung >> mendukung layanan digital global.
  • Tokopedia >> mengandalkan AWS untuk skala besar di Indonesia.

AWS memungkinkan perusahaan lebih gesit, hemat biaya, dan fokus ke inovasi.

AWS tidak hanya menjadi pionir cloud, tetapi juga membuka jalan baru dalam dunia karier teknologi.

Seiring dengan semakin luasnya adopsi cloud, permintaan profesi seperti Cloud Engineer, DevOps Engineer, hingga Cloud Architect terus meningkat dari tahun ke tahun.

Bagi siapa pun yang ingin berkarier di dunia IT, menguasai AWS berarti membuka pintu menuju peluang global yang sangat besar.