Ini merupakan seri artikel saya yang kedua dalam membahas AWS Cloud Practioner, di seri ini saya akan membahas seputar AWS Cloud untuk teman-teman bisa lebih memahami terkait teknologi cloud.

Membangun dan mengelola infrastruktur IT sendiri alias on-premises memang memberikan kontrol penuh. Semua ada di tangan kita: server, storage, jaringan, sampai keamanan.

Tapi di balik itu, ada sederet tantangan yang bikin model ini terasa berat, terutama dari sisi biaya, fleksibilitas, dan resiko.

Tantangan Utama On-Premises

1. Harus Sewa Tempat untuk Server

Kalau kantor nggak punya ruang khusus yang memadai, perusahaan harus sewa space di data center. Biaya sewanya nggak murah, apalagi kalau butuh rak server yang banyak.

2. Biaya Listrik, Pendingin, dan Perawatan Rutin

Server harus nyala 24/7, artinya tagihan listrik jalan terus. Belum lagi AC khusus supaya server nggak overheat. Plus, ada biaya rutin untuk perawatan fisik, ganti komponen, dan bersih-bersih.

3. Upgrade Hardware Butuh Waktu

Butuh kapasitas lebih? Di cloud tinggal klik. Di on-premises? Harus order hardware baru, tunggu barang datang, pasang, lalu konfigurasi manual. Prosesnya bisa makan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.

4. Skalabilitas Terbatas

Bayangin e-commerce pas promo 11.11 atau saat flash sale. Lonjakan trafik bisa bikin server tumbang karena on-premises nggak fleksibel untuk scaling mendadak.

5. Harus Ada Tim IT 24 Jam

Downtime bisa datang kapan aja — tengah malam pun bisa. Artinya, perusahaan butuh tim IT yang standby 24/7. Itu berarti gaji tambahan, shift malam, dan beban kerja tinggi.

6. Risiko Bencana

Gempa, banjir, kebakaran, atau bahkan mati listrik bisa bikin seluruh sistem berhenti. Kalau nggak ada backup site, bisa lumpuh total.

Realitanya

Nggak semua perusahaan sanggup:

  • Nyiapin ruang server sendiri.
  • Punya tim IT yang jagain sistem 24 jam penuh.
  • Ngeluarin biaya ekstra buat backup dan disaster recovery.
  • Invest terus-terusan tiap kali butuh upgrade kapasitas.

Pertanyaannya: Apakah semua ini harus ditanggung sendiri ?

Bagaimana kalau ada pihak yang bisa:

  • Mengelola infrastruktur kita secara profesional.
  • Menyediakan sistem yang scalable sesuai kebutuhan.
  • Memberikan akses global tanpa harus beli server baru.
  • Menjamin keamanan, backup, dan monitoring 24 jam.

Nah, di sinilah solusi bernama Cloud Computing masuk.
Teknologi ini mengubah cara perusahaan bekerja, berinovasi, dan berkembang.

Di artikel selanjutnya, saya akan membahas: Apa itu Cloud Computing & Solusi yang di bawa oleh teknologi Cloud