Setelah kita belajar terkait onpremise dan cloud computing, mungkin masih ada beberapa pertanyaan yang sering muncul seperti :
Apa bedanya membangun sistem IT sendiri dengan memanfaatkan layanan cloud ?
untuk menjawab hal itu, kita perlu memahami dua pendekatan: on-premises dan cloud computing. Keduanya mempunyai cara yang sangat berbeda dalam membangun dan menjalankan infrastruktur IT.
On-Premises
Di model on-premises, semua infrastruktur IT dimiliki dan dikelola sendiri oleh perusahaan. Artinya:
- Harus membeli server, storage, jaringan, UPS, AC ruangan, sampai kabel jaringan.
- Perlu biaya besar di awal (CapEx / Capital Expenditure).
- Tim IT internal bertugas menginstal, mengonfigurasi, memelihara, hingga memperbaiki ketika ada masalah.
- Skalabilitas terbatas: kalau butuh kapasitas tambahan, perusahaan harus beli perangkat baru lagi.
- Akses ke sistem biasanya hanya bisa dari dalam kantor atau lewat VPN.
Singkatnya, on-premises memberi kontrol penuh, tapi menuntut biaya besar di depan dan effort ekstra dalam maintenance.
Cloud Computing
Sebaliknya, dengan cloud computing, semua infrastruktur disediakan oleh cloud provider seperti AWS, Google Cloud, atau Azure. Artinya:
- Perusahaan tidak perlu membeli atau mengelola perangkat fisik.
- Biaya menggunakan model OpEx (Operational Expenditure) → fleksibel karena bayar sesuai pemakaian.
- Cloud provider yang bertanggung jawab atas hardware, ketersediaan layanan, dan jaringan.
- Sangat skalabel dan elastis: tinggal klik untuk menambah resource.
- Bisa diakses dari mana saja selama ada internet.
Singkatnya, cloud jauh lebih praktis, cepat, dan fleksibel, walaupun tetap harus berhati-hati mengelola biaya bulanan.
Catatan: Apa itu CapEx & OpEx?

penting bagi kita untuk memahami apa itu CapEx (Capital Expenditure) dan OpEx (Operational Expenditure) supaya kita bisa jauh lebih paham perbedaan antara onpremise dan cloud dari segi biaya.
CapEx (Capital Expenditure)
biaya investasi besar di awal untuk membeli aset tetap, misalnya server, ruangan data center, pendingin, dll.
Ibaratnya kayak beli rumah sendiri: keluar uang besar di depan, tapi jadi milik kita.
OpEx (Operational Expenditure)
biaya operasional yang dikeluarkan rutin sesuai pemakaian.
Ibaratnya kayak sewa rumah: bayar bulanan sesuai kebutuhan, kalau tidak dipakai ya tidcak bayar.
Analogi Sederhana
- On-Premises ibarat kita membeli rumah sendiri lengkap dengan listrik, pendingin ruangan, dan harus mempekerjakan teknisi untuk merawat semuanya.
- Cloud Computing ibarat kita menyewa ruang kerja modern yang sudah siap pakai, tinggal atur sesuai kebutuhan dan bayar bulanan.
On-premises cocok jika perusahaan ingin kontrol penuh, meski butuh biaya besar di awal.
Sedangkan cloud lebih fleksibel, cepat, dan efisien — sehingga jadi pilihan utama banyak perusahaan modern. Namun, karena cloud menggunakan model OpEx, sangat penting untuk menghitung estimasi biaya sebelum mendeploy server, supaya tidak kaget dengan tagihan di akhir bulan.