Ini merupakan Seri pertama artikel saya mengenai AWS Cloud Practioner, seri ini akan terus berlanjut secara untuk membahas seputar topik AWS khususnya untuk temen temen belajar AWS Cloud.

Sebelum kita bahas Cloud Computing, ada baiknya kita kenalan dulu dengan infrastruktur IT.

Kenapa? Karena Cloud sebenarnya lahir sebagai evolusi dari infrastruktur tradisional (on-premises).

Artinya, dulu semua perangkat IT — mulai dari server, storage, sampai jaringan — dimiliki dan dikelola langsung oleh perusahaan di lokasi mereka sendiri.

Nah, kalau kita sudah paham fondasi ini, kita akan lebih mudah mengerti kenapa Cloud jadi solusi yang mengubah segalanya.

Apa Itu Infrastruktur IT?

Singkatnya, infrastruktur IT adalah fondasi digital.
Tanpa ini, aplikasi, website, atau layanan online apa pun tidak akan bisa jalan.

Contoh sistem digital yang butuh infrastruktur IT:

  • Aplikasi (WhatsApp, e-Banking)
  • Website (YouTube, Google)
  • Database (penyimpanan data)
  • Layanan kantor (email, absensi, file sharing)

Agar semua itu berfungsi, biasanya ada empat komponen utama:

  • Server → tempat aplikasi berjalan.
  • Storage → untuk menyimpan data dan file..
  • Network → menghubungkan komputer dan server.
  • Security → melindungi data dan akses dari pihak yang tidak sah.

Komponen Hardware Server

Kalau perusahaan memilih infrastruktur on-premises, artinya mereka harus beli, pasang, dan rawat server fisik sendiri.
Di dalam satu server, ada beberapa komponen penting:

  1. CPU = otak server (misalnya Intel Xeon, AMD EPYC).
  2. RAM = memori sementara untuk proses.
  3. Storage = HDD (besar tapi lambat), SSD (cepat), atau RAID (gabungan disk untuk redundancy).
  4. NIC = kartu jaringan agar server terhubung ke LAN/Internet.
  5. PSU = sumber listrik, biasanya ada 2 untuk cadangan.
  6. Cooling = kipas & heatsink supaya server tidak panas.
  7. Casing = tower server (mirip PC) atau rackmount (standar data center).

Masalahnya, mengelola server fisik nggak sesederhana menyalakan komputer. Harus siap dengan risiko overheat, kerusakan hardware, kehilangan data, hingga downtime saat maintenance.

Komponen Hardware Network

Server tanpa jaringan itu ibarat rumah tanpa jalan.
Supaya bisa terhubung ke user lain, dibutuhkan perangkat jaringan seperti:

  • Switch = menghubungkan perangkat dalam LAN.
  • Router = menghubungkan LAN ke Internet.
  • Firewall = mengatur lalu lintas jaringan dan melindungi dari serangan.
  • Kabel UTP = media fisik penghubung.
  • Patch Panel & Rack = Supaya kabel rapi dan mudah dikelola.

Satu kesalahan konfigurasi kecil di jaringan bisa bikin seluruh sistem mati total meski servernya sehat.

Tempat Deploy Infrastruktur

Infrastruktur IT butuh rumah yang tepat. Ada beberapa pilihan yang bisa kamu pilih :

  1. Home Lab cocok buat belajar atau startup kecil. Murah, gampang diakses, tapi listrik & internet biasanya nggak stabil.
  2. Office Server Room Biasanya dipakai perusahaan kecil/menengah. Harus dijaga pendingin, listrik, dan keamanannya.
  3. Data Center / Colocation Standar enterprise. Fasilitasnya lengkap: power backup, cooling system, keamanan 24/7.

Jadi, infrastruktur IT adalah fondasi digital yang menopang semua sistem modern mulai dari aplikasi sehari-hari hingga layanan perusahaan besar.
Paham soal ini akan bikin kita lebih siap masuk ke pembahasan Cloud Computing, yang hadir untuk menyederhanakan kompleksitas infrastruktur tradisional ini.

Di Artikel berikutnya, saya akan membahas Permasalahan Infrastruktur On-Premises: Kenapa Jadi Berat di Era Digital?